Di video yang telah dijelaskan penyaji, dalam tabel tersebut tertera nilai binding affinity dari isoniazid pada pengujian yaitu -7,14 sedangkan pada jurnal yang saya dapatkan nilai binding affinity isoniazid yaitu -4,47. jelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi dan apakah efek obatnya akan berpengaruh pada tubuh?
berdasarkan dari jurnal pembanding dapat dilihat bahwa senyawanya berbeda dan strukturnya juga berbeda karena ada perbedaan struktur ini akan mempengaruhi ikatan pada reseptor sehingga menyebabkan perbedaan nilai binding affinity sehingga efek obat juga pada tubuh juga berbeda
lalu terkait nilai binding affinity pada jurnal penyaji menunjukkan senyawa uji lebih rendah dibandingkan daripada ligan alami dan senyawa pembanding. Apakah hal ini akan mempengaruhi kestabilan reseptor dan interaksi obat, jelaskan!
tidak, nilai ini tidak mempengaruhi kestabilan tetapi nilai ini menunjukkan kemampuan obat berikatan dengan reseptornya sehingga dapat menghasilkan efektivitas nantinya sehingga nilai ini tidak akan mempengaruhi kestabilan tetapi menjelaskan kekuatan interaksi obat dengan reseptornya
pada jurnal penyaji sintesis secara in silico senyawa 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl] benzohydrazide dengan reseptor InhA dengan menggunakan metode docking. Mengapa metode ini menajdi pilihan untuk sintesis senyawa ini?
karena memiliki kelebihannya yang murah dan hasilnya lebih cepat. dimana in-silico ini memprediksi interaksi senyawa obat (dengan protein target baik enzim maupun reseptor dalam suatu penelitian sehingga dalam penelitian mendapatkan hasil yang lebih cepat dan tentusaja harganya yang juga murah
Sifat fisika kimia obat sangat berpengaruh dalam pembuatan sediaan yang efektif, efesien dan aman. Sifat fisika dari suatu zat obat dapat berupa wujud, warna, bau, rasa, titik didih, titik lebur, dan kelarutan. Sifat kimia dapat berupa pH. Sifat-sifat ini akan menjadi acuan dalam pembuatan sediaan farmasi dengan menyesuaikan formulasi, bentuk sediaan sehingga nantinya memiliki efektivitas dan keamanan yang diharapkan berikut link video youtube untuk penjelasan lebih lanjut tentang sifat fisika kimia obat: https://youtu.be/w57FN4RH1rI
Pengujian aktivitas antibiotik dapat dilakukan secara mikrobiologi. Terdapat beberapa metode pengujian, namun disini saya menjelaskan tentang pengujian antibiotik kloramfenikol pada Salmonella enterica yang merupakan penyebab dari penyakit tifoid. Disini menggunakan metode difusi kirby-bauer dengan prinsip mengukur daerah hambatan pertumbuhan bakteri akibat difusi zat pada media berikut link video youtube untuk penjelasan lebih lanjut: https://youtu.be/qD9ajkqOKyU
Di video yang telah dijelaskan penyaji, dalam tabel tersebut tertera nilai binding affinity dari isoniazid pada pengujian yaitu -7,14 sedangkan pada jurnal yang saya dapatkan nilai binding affinity isoniazid yaitu -4,47. jelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi dan apakah efek obatnya akan berpengaruh pada tubuh?
BalasHapusberdasarkan dari jurnal pembanding dapat dilihat bahwa senyawanya berbeda dan strukturnya juga berbeda karena ada perbedaan struktur ini akan mempengaruhi ikatan pada reseptor sehingga menyebabkan perbedaan nilai binding affinity sehingga efek obat juga pada tubuh juga berbeda
Hapuslalu terkait nilai binding affinity pada jurnal penyaji menunjukkan senyawa uji lebih rendah dibandingkan daripada ligan alami dan senyawa pembanding. Apakah hal ini akan mempengaruhi kestabilan reseptor dan interaksi obat, jelaskan!
BalasHapustidak, nilai ini tidak mempengaruhi kestabilan tetapi nilai ini menunjukkan kemampuan obat berikatan dengan reseptornya sehingga dapat menghasilkan efektivitas nantinya sehingga nilai ini tidak akan mempengaruhi kestabilan tetapi menjelaskan kekuatan interaksi obat dengan reseptornya
Hapuspada jurnal penyaji sintesis secara in silico senyawa 3-nitro-N'-[(pyridin-4-yl)carbonyl] benzohydrazide dengan reseptor InhA dengan menggunakan metode docking. Mengapa metode ini menajdi pilihan untuk sintesis senyawa ini?
BalasHapuskarena memiliki kelebihannya yang murah dan hasilnya lebih cepat. dimana in-silico ini memprediksi interaksi senyawa obat (dengan protein target baik enzim maupun reseptor dalam suatu penelitian sehingga dalam penelitian mendapatkan hasil yang lebih cepat dan tentusaja harganya yang juga murah
Hapus